UMUMNYA penggilingan padi di Indonesia dikategorikan dalam skala kecil
dan rice milling unit (RMU) yang kapasitasnya termasuk penggilingan
padi kecil.Skala usaha penggilingan padi ditentukan oleh besar kecilnya
kapasitas giling.
Penggilingan padi digolongkan sebagai
penggilingan padi berskala kecil apabila kapasitasnya kurang dari
1.500kg beras per jam.Usaha RMU sangat prospek dikembangkan. Hal yang
perlu diperhatikan dalam usaha RMU,yaitu aspek permodalan, karena modal
sangat menentukan usaha RMU dalam skala modernataupun tradisional.
Memulai
usaha tentunya memerlukan modal, apalagi dalam usahatani, modal
mempunyai peranan penting dalam pembiayaan usahatani, terutama dalam
pengadaan sarana produksi. Jadi tanpa modal tidak dapat berjalan dengan
baik.
Dalam usaha penggilingan padi, modal yang harus
diadakan adalah pengadaan mesin gilingan padi. Pembiayaan tersebut perlu
analisa kelayakan lebih lanjut dalam menjalankan usaha jasa penggilingan
padi.
Biaya yang dikeluarkan dalam proses penggilingan padi baik
biaya tetap maupun variabel perlu diperhitungkan, supaya mengetahui
berapa tarif yang akan ditetapkan dalam suatu proses penggilingan padi.
Biaya-biaya yang dikeluarkan adalah biaya tetap dan variabel atau
disebut biaya produksi. Dalam hal ini yang termasuk biaya produksi
adalah biaya BBM (solar), tenaga kerja, oli, biaya penyusunan, biaya
perawatan, dan peralatan.
Mesin merupakan peralatan, sehingga
perlu dianggarkan. Mesin-mesin yang diperlukan dalam usaha penggilingan
padi adalah mesin pemecah kulit/sekam (huler atau husker), mesin pemisah
gabah dan beras pecah kulit (brown rice separator), mesin penyosoh atau
mesin pemutih (polisher), mesin pengayak bertingkat (sifter),
timbangan, dan mesin penjahit karung). Oleh karena itu perlu dikaji
mengenai peluang usaha jasa penggilingan padi dalam bentuk lebih modern,
dimana proses penggilingannya sampai menjadi beras yang berkualitas.
Perbedaan
penggilingan tradisional dengan modern adalah penggilingan beras cara
modern hasilnyaberbeda dibandingkan dengan cara tradisional. Cara modern
pada penggilingan tahap pertama diperoleh beras pecah kulit, dan
dilanjutkan penggilingan kedua, beras akan menjadi putih bersih.
Sedangkan
pada penggilingan tradisional, menggunakan alat sederhana yaitu lesung
dan alu, yaitu hasil penampilan beras pecah kulit tidak putih bersih,
melainkan agak kecoklatan, sehingga untuk mendapatkan beras putih
bersih, maka beras perlu ditumbuk ulang. Apabila untuk mendapatkan beras
putih bersih secara tradisional sangat sulit, oleh karena itu harus
memperolehderajat sosoh100% dan membutuhkan waktu yang lama.
Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan penggilingan modern dengan penggilingan tradisional, berikut ini adalah penjelasanya.
| Kriteria | Penggilingan modern | Penggilingan tradisional |
| Tenaga penggerak (power) | Mesin | Manusia |
| Sistem pengupasan (pecah kulit) | Gesekan antara dua ruber roll dengan arah berbeda | Ditumbuk dengan alu, gesekan antar gabah |
| Pemisahan sekam | Hembusan angin dari blower | Ditampi dengan tenaga manusia |
| Pemisah bekatul | Sistem saringan | Diiinteri |
| Persentase butir pecah | Rendah | Tinggi |
| Mutu beras | Baik, putih, bersih | Kurang putih |
Label: Peluang bisnis, peluang bisnis 2014, peluang usaha, peluang usaha 2014, Peluang Usaha Penggilingan Padi

Posting Komentar